Pengertian Qada: Hakikat Ketentuan Takdir dalam Islam

Pengantar

Salam, Sobat Ide! Sebagai umat Muslim, kita tidak dapat lepas dari pembahasan mengenai takdir atau qada. Takdir adalah konsep yang sangat fundamental dalam Islam, yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk dipahami dan diterima. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas pengertian qada dalam perspektif agama Islam. Mari kita mulai perjalanan kita dalam memahami hakikat dari ketentuan takdir yang Allah SWT atur untuk kita.

Pendahuluan

Para ulama dan cendekiawan agama telah berdebat panjang mengenai makna dan pengertian qada. Secara harfiah, qada bermakna ketetapan, hukum, atau putusan. Namun, dalam konteks agama Islam, qada merujuk pada kehendak Allah SWT yang telah ditetapkan-Nya sejak azali.

Hakikat dari qada adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini baik berupa kebaikan ataupun keburukan, rezeki, kesenangan, bencana, kematian, dan lain sebagainya telah ditetapkan-Nya dengan sebaik-baik ketetapan-Nya. Oleh karena itu, sebagai hamba yang patuh, kita harus menerima dengan ikhlas segala keputusan-Nya tanpa ada rasa kecewa, marah, ataupun merenungkan keputusan yang telah diambil.

Menyadari bahwa takdir adalah bagian integral dari kehidupan, penting bagi kita untuk memahami pengertian qada secara mendalam agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, qada dipercaya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kita ketahui sebagai umat Muslim yang beriman. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan pengertian qada ini.

Kelebihan Pengertian Qada

1. Ketentuan Ilahi: Qada merupakan ketetapan ilahi yang merupakan bukti dari kebesaran Allah SWT sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu di alam semesta ini. Hal ini memberikan umat Muslim kepercayaan dan kepastian bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini memiliki alasan dan hikmah yang tak terduga.

2. Pembentuk Pribadi: Memahami qada memungkinkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan tahan banting dalam menghadapi ketidakpastian hidup. Kita belajar untuk menerima setiap kejadian dengan lapang dada dan mengekstrak hikmah yang tersembunyi di balik setiap ketentuan takdir.

3. Membangun Ketakwaan: Qada mengajarkan kita untuk memiliki ketakwaan yang lebih dalam, yaitu menyadari bahwa semua kejadian merupakan ujian dari Allah SWT dan merupakan cara-Nya untuk menguji kesabaran dan iman kita. Dengan tawakal dan ikhlas, kita belajar untuk lebih dekat kepada Allah SWT.

4. Mengendalikan Diri: Memahami qada membuat kita melepaskan ego dan kontrol diri terhadap ketidakpastian hidup. Kita tidak lagi merasa tertekan dengan menantang nasib, melainkan menerima dengan lapang dada dan menghadapinya dengan pikiran positif.

5. Menjaga Keseimbangan: Dalam pandangan Islam, qada mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan antara kemauan dan kehendak kita dengan kehendak dan takdir Allah SWT. Ini membantu kita untuk tidak menjadi terlalu berlebihan dalam memperjuangkan sesuatu dan menerima apa yang telah ditentukan-Nya.

6. Mengatasi Kesedihan dan Kekecewaan: Dalam kehidupan, seringkali kita mengalami kekecewaan dan kesedihan akibat kegagalan atau pengalaman buruk. Memahami qada membantu kita untuk mengubah pandangan negatif kita menjadi sesuatu yang positif dan mencari hikmah di balik kejadian tersebut.

7. Meningkatkan Rasa Syukur: Dengan menerima takdir yang Allah tetapkan, kita belajar untuk bersyukur dalam segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Baik itu kesuksesan, kegagalan, atau penderitaan, kita akan selalu memiliki kesadaran bahwa semuanya adalah rahmat dan ujian dari-Nya.

Kekurangan Pengertian Qada

1. Rasa Tergantung: Pengertian qada dalam Islam cenderung memunculkan perasaan bahwa hidup kita sepenuhnya ditentukan oleh takdir dan kehendak Allah SWT. Hal ini dapat menghalangi dan mengurangi upaya keras serta inisiatif dalam mencapai tujuan hidup dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

2. Rasa Putus Asa: Beberapa orang mungkin merasa putus asa atau pasrah dengan menganggap bahwa segala hal yang terjadi dalam hidup mereka adalah takdir yang tidak dapat diubah. Hal ini kadang membuat orang enggan berusaha lebih keras untuk mengubah nasib dan meningkatkan kualitas hidup.

3. Menyalahkan Takdir: Qada sering kali dijadikan alasan untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang kita buat. Seseorang mungkin cenderung menyalahkan takdir ketika menghadapi kegagalan sebagai bukti penghindaran rasa bertanggung jawab dan pengakuan atas kesalahan yang dilakukan.

4. Kurangnya Kontrol Diri: Terlalu berlebihan dalam memahami takdir juga dapat mempengaruhi kendali diri seseorang. Seseorang mungkin merasa bahwa semua kemauan dan keinginan mereka tidak berarti dan mereka akhirnya kehilangan motivasi dalam hidup.

5. Kebebasan Berpikir: Beberapa paham mengenai qada mungkin dapat mempengaruhi kebebasan berpikir dan bertindak individu karena sangat menekankan pada konsep takdir yang ditentukan sebelumnya. Setiap tindakan manusia dianggap sebagai bagian dari takdir yang telah ditentukan.

6. Ketidakpastian Masa Depan: Mempercayai takdir dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan. Seseorang mungkin merasa kehilangan kontrol dan keyakinan atas apa yang akan terjadi dalam hidup mereka.

7. Keterbatasan Hidup: Menganggap semua yang terjadi dalam hidup adalah bagian dari takdir juga dapat mengurangi pemahaman bahwa kita memiliki kebebasan untuk memilih dan mengendalikan jalannya hidup kita sendiri.

Tabel Pengertian Qada

Aspek Qada Penjelasan
Pengertian Qada Ketetapan, hukum, atau putusan Allah SWT
Hakikat Qada Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ditentukan oleh Allah SWT
Kelebihan Ketentuan ilahi, pembentuk pribadi, membangun ketakwaan, mengendalikan diri, menjaga keseimbangan, mengatasi kesedihan dan kekecewaan, meningkatkan rasa syukur
Kekurangan Rasa tergantung, rasa putus asa, menyalahkan takdir, kurangnya kontrol diri, kebebasan berpikir, ketidakpastian masa depan, keterbatasan hidup

Kesimpulan

Pengertian qada memiliki peranan penting dalam memandu kita dalam menjalani kehidupan sebagai umat Muslim. Dengan memahami qada, kita dapat mengembangkan ketakwaan, menerima keputusan dan takdir Allah SWT dengan ikhlas, serta membuka diri untuk mencari dan menemukan hikmah di balik setiap kejadian dalam hidup kita.

Walaupun pengertian qada memiliki kelebihan seperti pembentukan pribadi, pembangunan ketakwaan, dan peningkatan rasa syukur, kita juga perlu memahami kekurangannya. Pemahaman qada yang berlebihan dapat menghambat inisiatif, mengurangi kontrol diri, dan menimbulkan rasa putus asa.

Dalam menghadapi takdir dan qada, hendaknya kita tetap yakin bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Kita dituntut untuk hidup dalam rasa syukur, mengendalikan diri, menerima nasib dengan lapang dada, dan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup kita.

Sampai di sini, Sobat Ide! Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengertian qada. Jangan lupa untuk menjadikan pemahaman qada ini sebagai pondasi untuk memperkokoh iman dan menjalani hidup ini dengan lebih baik. Selamat mengeksplorasi dan menggali lebih dalam tentang konsep qada dalam agama Islam. Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah SWT dalam setiap langkah hidup kita. Terima kasih dan salam kebaikan!

Kata Penutup

Disclaimer: Artikel ini dibuat berdasarkan pemahaman dan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Isi artikel ini merupakan pandangan penulis dan tidak bermaksud untuk menggantikan fatwa atau pandangan ulama yang lebih berkompeten dalam hal ini. Apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian dengan sumber ajaran agama Islam yang sebenarnya, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sumber:

[1] Sarker, M. N. I. (2017). Qaḋa and Qadar: An Islamic Perspective. Qiba Publishing. [2] Syaltout, N. S. (2017). Understanding Islamic Theology of Qaḋāʼ Wa Qadr: Divine Decree and Predestination. European Journal of Islamic Finance, 7, 1-17.